Exploring The Culinary Spot in Jakarta
Jajanan favorit? Saya orang yang doyan makan segala makanan (yang bisa dan boleh dimakan tentunya). Kalau boleh dikategorikan jenisnya ada macam-macam. Mulai dari tradisional, oriental, eropa, sampai arabian. Mau restaurant dingin berAC di gedung bertingkat sampai dengan warung jajanan kecil nyempil, yang penting buat saya adalah rasa.
Boleh dibilang hampir semua makanan tradisional seluruh Indonesia bisa ditermukan di Jakarta. Yang khas Jakarta? Ada ketoprak dan bakso Ciragil, nasi uduk Kebon Kacang atau nasi uduk Gondangdia. Gado-gado Kertanegara di Kebayoran, gado-gado Kemanggisan (seberang Toko Kemanggisan), gado-gado Cemara (yang asli dekat pasar Boplo) pecak gurame di Lenteng Agung, bubur betawi di bioskop Nusantara Jatinegara (yang lengkap dengan aneka sate jeroan sapi) dan bubur Cikini (di seberang Kentucky Cikini). Yang rada susah dicari adalah Laksa. Sampai sekarang belum nemu penjual laksa yang menetap atau mangkal, kebanyakan pedagang laksa menggunakan gerobak dorong yang berpindah-pindah tempat. Ada juga ketemu laksa ya di restaurant. Soto mi ada di Seroja Pejompongan atau di daerah jl. Lautse. Asinan Jakarta banyak pilihan. Tapi favorit saya ada di daerah Pisangan (seberang pasar) dan asinan jl. Kemboja Rawamangun.
Kalau makanan pendatang banyak ragamnya. Kelompok martabak favorit saya adalah martabak AA di jl. Minangkabau Manggarai, martabak Kubang di Sahardjo dan martabak di jl. Asem Baris. Martabak tak lepas dari pengaruh Arab, maka restoran Arab langganan saya adalah Hadramaut di Jl. Talang dan Raden Salen di Cikini. Sisanya masih banyak lagi yang belum sempat saya kunjungi satu persatu.
Makanan Makassar ada beberapa spotnya. Mulai dari Sop Konro di Kelapa Gading (yang saya juga suka ikan bakarnya dan sepanjang Kelapa Gading ada lebih dari satu Sop Konro dan sop Saudara) dan Sop Konro Daeng Tata di Kasablanka. Di Kelapa Gading, restaurant Pelangi juga menyajikan nasi kuning khas Ujung Pandang.